{"id":3805,"date":"2023-10-19T12:02:55","date_gmt":"2023-10-19T05:02:55","guid":{"rendered":"https:\/\/www.linktown.co.id\/blog\/?p=3805"},"modified":"2023-10-19T12:02:55","modified_gmt":"2023-10-19T05:02:55","slug":"cara-menghitung-biaya-pemakaian-listrik-bulanan-lengkap-dengan-rumusnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.linktown.co.id\/blog\/cara-menghitung-biaya-pemakaian-listrik-bulanan-lengkap-dengan-rumusnya\/","title":{"rendered":"Cara Menghitung Biaya Pemakaian Listrik Bulanan Lengkap dengan Rumusnya!"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menghitung pemakaian listrik bulanan, baik dalam sistem listrik prabayar maupun pascabayar, sebenarnya tidak memiliki perbedaan yang signifikan. Dalam listrik prabayar, Anda membeli <a href=\"https:\/\/www.linktown.co.id\/blog\/cara-mengisi-token-listrik-pln-pra-bayar\/\">token listrik<\/a> dengan jumlah tertentu untuk menggunakan listrik, sementara dalam listrik pascabayar, pembayaran dilakukan setelah pemakaian.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk mengelola biaya listrik agar tidak terlalu tinggi, penting untuk memahami cara menghitung tarifnya. Di bawah ini adalah metode cara menghitung biaya listrik<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">bulanan yang bisa Anda pelajari!<\/span><\/p>\n<h2><b>Cara Menghitung Pemakaian Listrik per Hari Beserta Contohnya<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Anda dapat melakukan perhitungan biaya listrik secara independen untuk membandingkan tagihan listrik di rumah Anda dengan perhitungan yang diberikan oleh PLN. Untuk melakukannya, ikuti langkah-langkah berikut dalam menghitung biaya listrik:<\/span><\/p>\n<h3><b>1. Ketahui Golongan Tarif Listrik<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Langkah pertama dalam menghitung biaya listrik adalah dengan menentukan golongan tarif listrik di rumah Anda. Seperti yang kita ketahui, di Indonesia terdapat beberapa jenis golongan tarif listrik berdasarkan kapasitas daya, seperti 900 VA, 1.300 VA, 2.200 VA, 3.300 VA, 4.400 VA, 5.500 VA, dan lebih dari 6.600 VA.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setiap tingkat daya ini memiliki tarif dasar listrik yang berbeda. Misalnya, untuk golongan 900 VA, tarif dasar listrik adalah sekitar Rp 1.352 per kWh. Sementara untuk golongan 1.300 VA hingga 5.600 VA ke atas, tarif dasar listrik adalah sekitar Rp 1.467,28 per kWh. Mengetahui golongan tarif listrik Anda akan mempermudah perhitungan biaya listrik bulanan Anda nantinya.<\/span><\/p>\n<p>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.linktown.co.id\/blog\/harga-tarif-listrik-per-kwh-berdasarkan-golongannya-yuk-simak\/\">Harga Tarif Listrik per KWh Berdasarkan Golongannya<\/a><\/p>\n<h3><b>2. Konsumsi Listrik Setiap Perangkat Elektronik<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Langkah kedua dalam menghitung biaya listrik adalah dengan melakukan pemeriksaan dan pencatatan semua peralatan di rumah yang menggunakan listrik. Sebagai contoh, Anda dapat mencatat berbagai peralatan berikut yang digunakan di rumah Anda:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mesin cuci, dengan daya listrik 350 watt.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kulkas, dengan daya listrik 350 watt.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setrika, dengan daya listrik 300 watt.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">TV, dengan daya listrik 80 watt.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">AC, dengan daya listrik 800 watt.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Vacuum cleaner, dengan daya listrik 500 watt.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">10 lampu, masing-masing dengan daya listrik 25 watt.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ini akan membantu Anda dalam menghitung total daya yang digunakan oleh semua peralatan tersebut.<\/span><\/p>\n<h3><b>3. Hitung Pemakain Listrik dengan Rumus Manual<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Anda dapat mencoba metode manual untuk menghitung penggunaan listrik sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rumus ini digunakan untuk menghitung token listrik yang telah Anda beli, dengan memperhatikan kategori tarif yang telah disebutkan sebelumnya. Sebagai contoh, jika Anda telah membeli token listrik senilai Rp200.000 dan berada dalam kategori tarif 1.300 VA (lokasi Bandung), berikut adalah langkah-langkah perhitungannya:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Biaya Admin: Saat ini, perhitungan biaya kWh admin tidak lagi dimasukkan dalam tagihan listrik, tetapi potongan biaya admin masih berlaku. Biaya admin yang dibebankan adalah Rp4.000, sehingga sisanya adalah Rp196.000.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Biaya Materai: Biaya materai hanya dikenakan untuk pembelian token listrik di atas Rp250.000, yaitu sebesar Rp6.000. Karena pembelian Anda sebesar Rp200.000, maka biaya materai tidak dikenakan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pajak Penerangan Jalan (PPJ): Nominal yang Anda beli akan dikurangi dengan PPJ yang disesuaikan berdasarkan daerah Anda. PPJ untuk rumah tangga di Bandung sebesar 6%, sehingga pajaknya adalah sekitar Rp11.760.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nilai Token: Perhitungan nilai token adalah Rp196.000 &#8211; Rp11.760 = Rp184.240. Perhitungan kWh: Berapa kWh listrik yang Anda dapatkan? <\/span>Rp184.240 \/ Rp1.467 = 125,59 kWh<\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan demikian, Anda bisa mengestimasi\u00a0 <\/span><b>harga listrik per kwh <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">yang akan Anda dapatkan berdasarkan pembelian token sebesar Rp200.000 dengan kategori tarif 1.300 VA di Bandung.<\/span><\/p>\n<p>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.linktown.co.id\/blog\/cara-dan-biaya-tambah-daya-listrik-pln\/\">Cara dan Biaya Tambah Daya Listrik PLN 2023<\/a><\/p>\n<h2><b>Cara Menghitung Pemakaian Listrik Bulanan\u00a0<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk mengetahui jumlah pemakaian listrik bulanan, Anda terlebih dahulu harus menghitung jumlah pemakaian listrik harian kemudian mengalikannya dengan 30 (jumlah hari rata-rata dalam 1 bulan). Berikut langkah menghitungnya: <\/span><\/p>\n<ol>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Hitung Penggunaan Harian: Langkah pertama adalah dengan<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> cara menghitung biaya listrik alat elektronik<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> di rumah Anda. Anda telah memberikan beberapa contoh perhitungan sebelumnya, seperti:<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Lampu 30 Watt x 12 jam = 360 Wh (0,36 kWh)<\/span><\/li>\n<li>AC 750 Watt x 8 jam = 6.000 Wh (6 kWh)<\/li>\n<li>TV 50 Watt x 5 jam = 250 Wh (0,25 kWh)<\/li>\n<li>Kulkas 300 Watt x 24 jam = 7.200 Wh (7,2 kWh)<\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Total Penggunaan Harian: Jumlahkan semua hasil perhitungan penggunaan harian peralatan elektronik untuk mendapatkan total penggunaan listrik harian dalam kilowatt-jam (kWh). Misalnya:<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Total Penggunaan Harian (kWh) = 0,36 kWh + 6 kWh + 0,25 kWh + 7,2 kWh = 13,81 kWh per hari<\/span><\/p>\n<ol class=\"continue\" start=\"2\">\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Cara menghitung biaya listrik per bulan<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">: Selanjutnya, untuk menghitung penggunaan listrik bulanan, Anda cukup mengalikan total penggunaan harian dengan jumlah hari dalam sebulan. Jika ada 30 hari dalam sebulan, maka:<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Total Penggunaan Harian (kWh) x 30 = Total Penggunaan Bulanan (kWh)<\/span><\/li>\n<li>Total Penggunaan Bulanan (kWh) = 13,81 kWh x 30 = 414,3 kWh per bulan<\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan cara ini, Anda dapat dengan mudah menghitung pemakaian listrik bulanan berdasarkan penggunaan harian Anda dan asumsi jumlah hari dalam sebulan. Ini akan membantu Anda memperkirakan tagihan listrik Anda dengan lebih akurat.<\/span><\/p>\n<h2><b>Cara Menghitung Pemakaian Listrik Rumah Tangga dengan Kalkulator Energi<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika Anda ingin menghindari perhitungan manual pemakaian listrik rumah, Anda dapat memanfaatkan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">kalkulator pemakaian listrik<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> energi rumah tangga yang disediakan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Manusia (ESDM). Alat ini dapat diakses melalui situs resmi Kementerian ESDM.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan bantuan <\/span><b>kalkulator listrik <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">yang disediakan oleh Kementerian ESDM, Anda dapat mengevaluasi efisiensi penggunaan energi di rumah Anda. Selain itu, pengguna juga akan menerima saran dan tips tentang penggunaan energi yang hemat dan efisien untuk mengurangi biaya listrik.<\/span><\/p>\n<p>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.linktown.co.id\/blog\/cara-hemat-listrik-di-rumah-yang-wajib-anda-ketahui\/\">8 Cara Hemat Listrik di Rumah yang Wajib Anda Ketahui<\/a><\/p>\n<h2><b>Cara Menghitung Pemakaian Listrik Rumah di Situs PLN<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk menghitung pemakaian listrik rumah melalui situs PLN, Anda dapat mengikuti langkah-langkah berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kunjungi Situs Resmi PLN: Buka browser web Anda dan kunjungi situs resmi PLN. Biasanya, alamat situsnya adalah &#8220;<\/span><a href=\"http:\/\/www.pln.co.id\/\" rel=\"nofollow noopener\" target=\"_blank\"><span style=\"font-weight: 400;\">www.pln.co.id<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">&#8221; atau &#8220;<\/span><a href=\"http:\/\/www.pln.co.id\/id\/\" rel=\"nofollow noopener\" target=\"_blank\"><span style=\"font-weight: 400;\">www.pln.co.id\/id\/<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;. Pastikan Anda menggunakan situs resmi PLN untuk akurasi perhitungan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Akses Layanan Pelanggan Online: Cari bagian yang menyediakan layanan pelanggan online atau layanan perhitungan tagihan listrik. Ini biasanya ditemukan di bagian &#8220;Layanan Pelanggan&#8221; atau &#8220;Tagihan dan Pembayaran&#8221;.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Masukkan Data Akun Anda: Untuk menghitung pemakaian listrik Anda, Anda mungkin perlu masuk atau login ke akun PLN Anda. Jika Anda belum memiliki akun, Anda mungkin perlu mendaftar terlebih dahulu.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pilih Opsi Perhitungan: Di dalam layanan pelanggan online PLN, Anda akan menemukan berbagai opsi terkait perhitungan tagihan listrik. Pilih opsi yang sesuai dengan kebutuhan Anda, misalnya &#8220;Perkiraan Tagihan Listrik&#8221; atau &#8220;Pemakaian Listrik&#8221;.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Masukkan Data Meteran: Anda akan diminta untuk memasukkan data meteran listrik Anda. Ini termasuk angka meteran awal dan angka meteran akhir. Pastikan Anda telah mencatat angka-angka ini dari <a href=\"https:\/\/www.linktown.co.id\/blog\/cara-mematikan-bunyi-token-listrik\/\">meteran listrik<\/a> fisik Anda sebelumnya.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Proses Perhitungan: Setelah memasukkan data meteran, sistem akan menghitung pemakaian listrik Anda berdasarkan perbedaan antara angka meteran awal dan akhir. Hasil perhitungan ini akan menunjukkan estimasi pemakaian listrik Anda dalam satuan kWh.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Lihat Estimasi Tagihan: Setelah perhitungan selesai, Anda akan melihat estimasi tagihan listrik Anda berdasarkan pemakaian listrik yang telah dihitung. Estimasi tagihan ini juga mungkin termasuk detail tarif listrik berdasarkan golongan daya Anda.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Simpan atau Cetak Data: Anda dapat menyimpan atau mencetak data estimasi tagihan listrik tersebut untuk referensi Anda. Ini akan membantu Anda untuk merencanakan dan mengelola keuangan rumah tangga Anda.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pastikan selalu memeriksa situs resmi PLN dan mengikuti panduan yang diberikan di situs tersebut untuk memastikan keakuratan perhitungan pemakaian listrik dan estimasi tagihan Anda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Demikianlah penjelasan tentang cara menghitung tagihan listrik dengan berbagai metode. Semoga informasi ini berguna, dan pertimbangkan untuk mempertimbangkan beralih ke solusi energi surya untuk mengurangi biaya listrik di rumah Anda.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Menghitung pemakaian listrik bulanan, baik dalam sistem listrik prabayar maupun pascabayar, sebenarnya tidak memiliki perbedaan yang signifikan. Dalam listrik prabayar, Anda membeli token listrik dengan jumlah tertentu untuk menggunakan listrik, sementara dalam listrik pascabayar, pembayaran dilakukan setelah pemakaian. Untuk mengelola biaya listrik agar tidak terlalu tinggi, penting untuk memahami cara menghitung tarifnya. Di bawah ini [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":3806,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[15],"tags":[],"class_list":["post-3805","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-tips"],"acf":[],"fimg_url":"https:\/\/www.linktown.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/cara-menghitung-biaya-pemakain-listrik-scaled.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.linktown.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3805","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.linktown.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.linktown.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.linktown.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.linktown.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3805"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.linktown.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3805\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3807,"href":"https:\/\/www.linktown.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3805\/revisions\/3807"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.linktown.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3806"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.linktown.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3805"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.linktown.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3805"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.linktown.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3805"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}