{"id":4076,"date":"2023-12-20T10:37:36","date_gmt":"2023-12-20T03:37:36","guid":{"rendered":"https:\/\/www.linktown.co.id\/blog\/?p=4076"},"modified":"2024-02-14T22:31:35","modified_gmt":"2024-02-14T15:31:35","slug":"berapa-biaya-pecah-sertifikat-tanah-simak-ini","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.linktown.co.id\/blog\/berapa-biaya-pecah-sertifikat-tanah-simak-ini\/","title":{"rendered":"Berapa Biaya Pecah Sertifikat Tanah? Simak Ini!"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Biaya pecah sertifikat<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> merupakan sejumlah anggaran yang harus dikeluarkan oleh seseorang jika ingin memecah kepemilikan suatu aset. Baik itu karena ingin dijual ataupun ada pembagian hak waris. Meliputi anggaran untuk pengukuran ulang, pendaftaran, pemeriksaan tanah, TKA (Transportasi, Konsumsi, dan Akomodasi), dan BPHTB.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Proses pemecahan sertifikat sendiri dapat dilakukan melalui dua jalur yang berbeda yakni antara langsung datang ke kantor BPN atau dengan bantuan notaris\/PPAT. Berdasarkan PP No. 13 Tahun 2010 tentang Jenis dan Tarif Atas Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang berlaku di BPN. Dengan komponen biaya yang berbeda-beda tergantung pada luas aset dan harga jual.<\/span><\/p>\n<h2><b>Perhitungan Biaya Pemecahan Sertifikat<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Adapun perhitungan biaya penerbitan sertifikat menurut PP No.46\/2002, pemerintah menetapkan anggaran sebesar Rp25.000 untuk satu dokumen. Sementara untuk <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">biaya pecah sertifikat<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> ada sejumlah tambahan anggaran lagi yang perhitungannya mencakup beberapa komponen. Sama seperti <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">cara menghitung biaya pecah sertifikat tanah<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> berikut ini!<\/span><\/p>\n<h3><b>Biaya Pendaftaran<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Biaya pecah sertifikat tanah 2023<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> yang pertama kali harus dipenuhi adalah biaya pendaftaran sebesar Rp100.000. Biaya ini dibayarkan saat Anda mengisi form pendaftaran pemecahan sertifikat di kantor BPN atau melalui notaris\/PPAT yang tidak termasuk pembayaran jasa.<\/span><\/p>\n<h3><b>Biaya Pengukuran dan Pemeriksaan Tanah<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Anggaran untuk biaya pengukuran dan pemeriksaan tanah tergantung pada luas tanah yang ingin dipecah. Oleh karena itu, terdapat rumus khusus yang dapat mengetahui besaran biaya pengukuran dan pemeriksaan tanah, diantaranya :<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Rumus untuk luas tanah sampai 10 hektare : TU =\u00a0 (L\/500 x HSBKU) + Rp100.000<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Rumus untuk luas tanah antara 10-1.000 hektare : TU =\u00a0 (L\/4000 x HSBKU) + Rp14.000.000<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Rumus untuk luas tanah diatas 1.000 hektare : TU =\u00a0 (L\/10.000 x HSBKU) + Rp134.000.000<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Rumus TPA = (L \/ 500 x HSBKPA) + Rp350.000<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Keterangan :<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">TU = Tarik Ukur<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">HSBKU = Harga Satuan Biaya Khusus Kegiatan Pengukuran<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">L = Luas Tanah<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">TPA = Tarif Pelayanan Pemeriksaan Tanah oleh Panitia A<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">HSBKPA = Harga Satuan Biaya Khusus Panitia Penilai A<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">HSBKU adalah Harga Satuan Biaya Khusus Pengukuran<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Anggaran pengukuran dan pemeriksaan tanah ini salah-satunya memudahkan perhitungan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">biaya pecah sertifikat tanah warisan<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> untuk penghitungan per bagian. Contohnya : Saya memiliki warisan tanah dari ayah seluas 1000 meter persegi dan ingin dipecah untuk kepemilikan pribadinya, maka cara menghitungnya bila asumsi HSBKU 80.000 dan HSBKPA 67.000<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Biaya Pengukuran (TU) : (1000 \/ 500 x 80.000) + Rp100.000 = 260.000<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Biaya Pemeriksaan (TPA): (1000 \/ 500 x Rp67.000) + Rp350.000 = Rp484.000<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, totalan biaya yang harus dikeluarkan Asya untuk biaya pemeriksaan dan pengukuran tanah adalah Rp744.000.<\/span><\/p>\n<h3><b>Biaya TKA<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain biaya pengukuran dan pemeriksaan tanah, pengaju juga akan dibebankan dengan biaya TKA. Salah-satu komponen untuk <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">biaya pecah sertifikat tanah dan balik nama<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> juga meliputi transportasi, konsumsi dan akomodasi. Anggaran khusus bagi petugas yang mengukur dan memeriksa tanah kurang lebih sebesar Rp250.000.<\/span><\/p>\n<h3><b>Biaya Pendaftaran Pertama Kali<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketentuan tarif biaya pendaftaran pertama kali sudah diatur dalam lampiran PP No.13\/2010. Berupa anggaran Pelayanan Pendaftaran Keputusan Pemberian Hak Atas Tanah PNBN sebesar Rp50.000,00.<\/span><\/p>\n<h3><b>Biaya BPHTB<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Biaya BPHTB merupakan salah satu komponen yang harus dianggarkan saat melakukan pemecahan sertifikat tanah. Termasuk komponen <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">biaya pecah sertifikat tanah dan balik nama 2023<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> yang wajib dikeluarkan sebesar 5% dari NPOP dikurangi NPOPTKP. Biaya BPHTB harus dibayarkan sebelum sertifikat diberikan kepada Anda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Keterangan untuk NPOP yaitu Nilai Perolehan Objek Pajak dan NPOPTKP adalah Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak. Contoh simulasi perhitungan pecah sertifikat dengan nilai jual tanah Rp 800 juta di wilayah Jakarta adalah :<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">NPOP: Rp800.000.000<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">NPOPTKP wilayah DKI Jakarta: Rp60.000.000<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">NPOP-NPOPTKP =\u00a0 Rp800.000.000 \u2013 Rp60.000.000 = Rp740.000.000<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">BPHTB = (5% x Rp740.000.000) = Rp37.000.000<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><b>Biaya Melakukan Pemecahan Sertifikat Tanah Melalui Notaris<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Biaya pemecahan sertifikat tanah melalui notaris<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> sendiri tidak berbeda jauh dengan perhitungan langsung ke kantor ATR\/BPN setempat. Akan tetapi, jika mengurus pemecahan sertifikat melalui notaris tentu akan dikenakan tarif jasa. Hanya saja cara ini dapat memudahkan Anda, terutama jika memang tidak memiliki banyak waktu luang.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sehingga Anda bisa meminta bantuan notaris atau petugas PPAT untuk mengurus perpecahan sertifikat tersebut. Untuk tarif atau besaran honorarium dari jasa notaris sendiri berkisar antara 1\u20132,5% dari nilai objeknya. Dengan lama pengurusan kurang lebih 7\u201314 hari kerja yang diperuntukkan bagi pemecahan sertifikat tanah umum. Sementara untuk tanah warisan biasanya memakan waktu 5 hari kerja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berlaku juga bagi <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">biaya pecah sertifikat tanah dan balik nama<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> yang memang Anda ajukan dengan bantuan notaris. Dimana lama penerbitan sertifikatnya kurang lebih 7-14 hari kerja hingga bisa sampai di tangan Anda.<\/span><\/p>\n<h2><b>Informasi Tambahan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara format <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">contoh surat pemecahan tanah<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> yang dapat Anda ketahui antara lain :<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">SURAT PERNYATAAN<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yang bertanda tangan dibawah ini:<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nama\u00a0 \u00a0 \u00a0 <\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">:<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Umur\u00a0 \u00a0 \u00a0 <\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">:<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pekerjaan \u00a0 :<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nomor KTP :<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Alamat\u00a0 \u00a0 <\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">:<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan ini menyatakan itikad bahwa :<\/span><\/p>\n<ol>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\"> Saya telah menguasai sebidang tanah yang Bersertifikat Hak Milik No. (&#8230;), terletak di Jalan (&#8230;), RT\/RW (&#8230;), Desa\/Kelurahan (&#8230;), Kabupaten\/Kotamadya (&#8230;),\u00a0 No. SPPT PBB dan dengan batas-batas tanah<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\"> \u00a0 \u00a0 \u00a0 Sebelah Utara<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\"> \u00a0 \u00a0 \u00a0 Sebelah Timur<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\"> \u00a0 \u00a0 \u00a0 Sebelah Selatan<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\"> \u00a0 \u00a0 \u00a0 Sebelah Barat<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<ol start=\"2\">\n<li><span style=\"font-weight: 400;\"> Ingin mengajukan permohonan pemecahan\/pemecahan Sertifikat Hak Milik No. (&#8230;) menjadi bidang kepemilikan pribadi bahwa bukan pengembang\/developer<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\"> Mengajukan pemecahan\/pemisahan\/penggabungan atas nama saya sendiri dengan alasan bidang tanah ini tidak akan kami pecah dengan bentuk kavling<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\"> Tanah yang diajukan tidak dalam keadaan sengketa atau sedang berproses di lembaga peradilan, sehingga dapat dikuasai secara fisik yang bukan merupakan aset instansi Pemerintah, baik pusat maupun daerah. Tidak ada tumpang tindih dengan sertifikat lain atau dalam sita jaminan pihak tertentu<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dimana keterangan-keterangan yang diberikan tersebut benar adanya.<\/span><\/p>\n<ol start=\"7\">\n<li><span style=\"font-weight: 400;\"> Bahwa pembuatan Surat Pernyataan ini disaksikan oleh :<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\"> Nama :<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pekerjaan :<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nomor KTP :<\/span><\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li><span style=\"font-weight: 400;\"> Nama :<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pekerjaan :<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nomor KTP :<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sebenar-benarnya untuk dipergunakan sebagaimana mestinya. Apabila di kemudian hari ternyata pernyataan ini tidak benar, maka saya bertanggung jawab sepenuhnya dan tidak akan melibatkan pihak atau pejabat\/Instansi lain. Sertifikat saya secara sukarela dan setuju bersedia untuk dibatalkan tanpa proses gugatan pengadilan dan dinyatakan sebagai cacat administrasi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pernyataan dapat digunakan sebagai alat bukti otentik dan bentuk persetujuan saya bahwa pembatalan sertifikatnya tidak melalui proses hukum, saksi :<\/span><\/p>\n<ol>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">(nama saksi 1)<\/span><\/li>\n<li>(nama saksi 2)<\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tempat, Yang membuat Pernyataan<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Materai 6000<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dimana jika ada pertanyaan terkait <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">biaya pecah sertifikat tanah ditanggung siapa<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> dengan bukti pernyataan tersebut tentu Anda dapat menjawab. Sebagaimana pemaparan di atas oleh pembuat surat pernyataan yang tidak lain sebagai pengaju.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pengalaman pecah sertifikat tanah<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> mungkin memang tidak dapat digeneralisir, tetapi perlu Anda pahami bahwa anggaran untuk mengajukan pecah SHM sama saja. Begitupun dengan pemformatan contoh pengajuan surat pemecahan sertifikat yang tidak jauh beda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tanpa terkecuali untuk <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">pemecahan sertifikat tanah jual beli<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> yang juga tidak terlepas dari surat pengajuan. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Biaya pecah sertifikat<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> ini merupakan pengetahuan tentang anggaran administratif yang mungkin Anda perlukan suatu hari nanti. Ketika suatu saat ingin melakukan pemecahan sertifikat hak milik! Semoga bermanfaat.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Biaya pecah sertifikat merupakan sejumlah anggaran yang harus dikeluarkan oleh seseorang jika ingin memecah kepemilikan suatu aset. Baik itu karena ingin dijual ataupun ada pembagian hak waris. Meliputi anggaran untuk pengukuran ulang, pendaftaran, pemeriksaan tanah, TKA (Transportasi, Konsumsi, dan Akomodasi), dan BPHTB. Proses pemecahan sertifikat sendiri dapat dilakukan melalui dua jalur yang berbeda yakni antara [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":4077,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[14],"tags":[117,40,116],"acf":[],"fimg_url":"https:\/\/www.linktown.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/microsoft-365-iDbvfTsgO8Y-unsplash-scaled.jpg","yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v20.12 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Berapa Biaya Pecah Sertifikat Tanah? Simak Ini!<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Perhitungan biaya pecah sertifikat meliputi biaya ukur ulang, pendaftaran, pemeriksaan tanah, transport, Konsumsi, Akomodasi, dan BPHTB.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-image-preview:large, max-snippet:-1, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.linktown.co.id\/blog\/berapa-biaya-pecah-sertifikat-tanah-simak-ini\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Berapa Biaya Pecah Sertifikat Tanah? Simak Ini!\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Perhitungan biaya pecah sertifikat meliputi biaya ukur ulang, pendaftaran, pemeriksaan tanah, transport, Konsumsi, Akomodasi, dan BPHTB.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.linktown.co.id\/blog\/berapa-biaya-pecah-sertifikat-tanah-simak-ini\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Artikel Seputar Finance, Lifestyle, &amp; Tips Properti untuk Anda\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-12-20T03:37:36+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-02-14T15:31:35+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.linktown.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/microsoft-365-iDbvfTsgO8Y-unsplash-scaled.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2560\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1707\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Amirul Balada\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Amirul Balada\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Berapa Biaya Pecah Sertifikat Tanah? Simak Ini!","description":"Perhitungan biaya pecah sertifikat meliputi biaya ukur ulang, pendaftaran, pemeriksaan tanah, transport, Konsumsi, Akomodasi, dan BPHTB.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-snippet":"max-snippet:-1","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.linktown.co.id\/blog\/berapa-biaya-pecah-sertifikat-tanah-simak-ini\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Berapa Biaya Pecah Sertifikat Tanah? Simak Ini!","og_description":"Perhitungan biaya pecah sertifikat meliputi biaya ukur ulang, pendaftaran, pemeriksaan tanah, transport, Konsumsi, Akomodasi, dan BPHTB.","og_url":"https:\/\/www.linktown.co.id\/blog\/berapa-biaya-pecah-sertifikat-tanah-simak-ini\/","og_site_name":"Artikel Seputar Finance, Lifestyle, &amp; Tips Properti untuk Anda","article_published_time":"2023-12-20T03:37:36+00:00","article_modified_time":"2024-02-14T15:31:35+00:00","og_image":[{"width":2560,"height":1707,"url":"https:\/\/www.linktown.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/microsoft-365-iDbvfTsgO8Y-unsplash-scaled.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Amirul Balada","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Amirul Balada","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.linktown.co.id\/blog\/berapa-biaya-pecah-sertifikat-tanah-simak-ini\/","url":"https:\/\/www.linktown.co.id\/blog\/berapa-biaya-pecah-sertifikat-tanah-simak-ini\/","name":"Berapa Biaya Pecah Sertifikat Tanah? Simak Ini!","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.linktown.co.id\/blog\/#website"},"datePublished":"2023-12-20T03:37:36+00:00","dateModified":"2024-02-14T15:31:35+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.linktown.co.id\/blog\/#\/schema\/person\/f9981f336da5d2455b04f8030cee85f5"},"description":"Perhitungan biaya pecah sertifikat meliputi biaya ukur ulang, pendaftaran, pemeriksaan tanah, transport, Konsumsi, Akomodasi, dan BPHTB.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.linktown.co.id\/blog\/berapa-biaya-pecah-sertifikat-tanah-simak-ini\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.linktown.co.id\/blog\/berapa-biaya-pecah-sertifikat-tanah-simak-ini\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.linktown.co.id\/blog\/berapa-biaya-pecah-sertifikat-tanah-simak-ini\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.linktown.co.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Berapa Biaya Pecah Sertifikat Tanah? Simak Ini!"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.linktown.co.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.linktown.co.id\/blog\/","name":"Artikel Seputar Finance, Lifestyle, dan Tips Properti untuk Anda","description":"Linktown","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.linktown.co.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.linktown.co.id\/blog\/#\/schema\/person\/f9981f336da5d2455b04f8030cee85f5","name":"Amirul Balada","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.linktown.co.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8f2fa40b7c2844ab3a9876b69bdfec87?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8f2fa40b7c2844ab3a9876b69bdfec87?s=96&d=mm&r=g","caption":"Amirul Balada"},"url":"https:\/\/www.linktown.co.id\/blog\/author\/amirul\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.linktown.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4076"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.linktown.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.linktown.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.linktown.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.linktown.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4076"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.linktown.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4076\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4242,"href":"https:\/\/www.linktown.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4076\/revisions\/4242"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.linktown.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4077"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.linktown.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4076"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.linktown.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4076"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.linktown.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4076"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}