Review Kawasan Sawangan 2026: Prospek Hunian Pasca Tersambungnya Tol JORR 2

Artikel ini terakhir di perbaharui February 4, 2026 by Amirul Balada
Review Kawasan Sawangan 2026: Prospek Hunian Pasca Tersambungnya Tol JORR 2

Lima tahun lalu, mendengar kata Sawangan mungkin membuat warga Jakarta Selatan mengerenyitkan dahi. Bayangannya adalah jalan sempit, angkot ngetem, dan macet parah yang dijuluki Jalur Neraka.

Namun, di tahun 2026, narasi itu berubah total.

Sawangan kini bertransformasi menjadi The New Cibubur versi Selatan. Sejak tersambung penuhnya Tol Depok-Antasari (Desari) dan Tol Cinere-Jagorawi (Cijago), kawasan ini menjadi buruan utama milenial yang bekerja di TB Simatupang dan SCBD.

Apakah Sawangan benar-benar sudah bebas macet? Dan apakah harga propertinya masih masuk akal? Mari kita bedah fakta lapangannya.

Efek Dahsyat Tol Pemecah Macet

Kunci perubahan wajah Sawangan adalah Akses Tol.

Jika dulu warga Sawangan harus menempuh 1-2 jam hanya untuk sampai ke Fatmawati lewat jalan arteri yang padat, kini ceritanya berbeda:

Infrastruktur ini membuat value tanah di Sawangan meroket. Developer raksasa seperti Vasanta, Mitsubishi Corporation, hingga Lotte Land sudah menancapkan benderanya di sini dengan proyek kota mandiri (township).

Harga Pasar 2026: Masih Terjangkau?

Dibandingkan tetangganya (Cinere atau Bintaro) yang harganya sudah “gelap” (di atas Rp 2 Miliar untuk rumah kecil), Sawangan masih menjadi oase bagi kaum First Home Buyer.

  • Range Harga Rp 600 – 800 Juta: Masih bisa dapat rumah compact di cluster kecil (mini cluster) di area Pengasinan atau Bedahan.

  • Range Harga Rp 900 Juta – 1,5 Miliar: Anda bisa dapat rumah 2 lantai di kawasan township premium seperti Shila at Sawangan atau CitraLake dengan fasilitas lengkap.

Kenaikan Investasi (Capital Gain): Data Linktown mencatat kenaikan harga tanah di Sawangan mencapai 10% – 15% per tahun sejak tol beroperasi. Ini angka yang jauh lebih tinggi dibanding rata-rata kenaikan properti di Cibubur atau Bekasi (kisaran 6-8%).

Kekurangan yang Wajib Diketahui (Sisi Gelap)

Review ini tidak akan jujur jika tidak membahas kekurangannya. Meski ada tol, Sawangan masih memiliki “PR”:

  1. Jalan Arteri Sempit: Jalan Raya Muchtar (jalan utama) lebarnya tidak bertambah. Saat weekend, kemacetan masih sering terjadi karena keluar-masuk kendaraan ke tempat wisata (seperti D’Kandang atau Putri Duyung).

  2. Minim Transportasi Umum Massal: Berbeda dengan Cisauk/BSD yang punya KRL, Sawangan agak jauh dari stasiun. Stasiun terdekat adalah Citayam atau Depok Baru yang butuh waktu tempuh 20-30 menit lagi naik motor/angkot.

Rekomendasi Linktown: Jangan beli “Kucing dalam karung”. Pastikan cluster yang Anda pilih memiliki akses lebar (bukan masuk gang sempit) agar nilai investasinya terjaga.

Linktown memiliki 3 rekomendasi proyek Exclusive Listing di Sawangan yang lokasinya hanya 10 menit dari Gerbang Tol. Desain modern, legalitas SHM, dan bebas banjir.