Membeli rumah second (bekas) itu seperti berburu harta karun. Kadang Anda menemukan rumah bagus di lokasi strategis, tapi harganya dipasang selangit oleh pemiliknya.
Mau menawar, tapi takut tersinggung? Atau takut malah ditipu karena tidak pakai perantara?
Tenang. Negosiasi properti itu ada seninya. Ini bukan seperti tawar-menawar cabai di pasar. Ada psikologi dan data yang harus Anda mainkan. Jika dilakukan dengan benar, Anda bisa menghemat puluhan hingga ratusan juta rupiah!
- Listrik Spaning Rendah Penyebab, Dampak, dan Cara Mengatasinya
- Cara Membersihkan Kerak Kamar Mandi Pakai Sitrun, Citric Acid dan Baking Soda
- Jenis - jenis Kabel untuk Instalasi Rumah yang Aman dan Efisien
- Rekomendasi Nama Toko yang Bagus dan Unik
- Inilah 5 Cara Menghilangkan Cat di Keramik Secara Efektif
Berikut adalah strategi jitu menawar harga rumah langsung ke pemilik (Direct Owner) di tahun 2026.
1. Jangan Tunjukkan Kalau Anda “Jatuh Cinta”
Kesalahan fatal pembeli pemula: Saat survei rumah, wajahnya berbinar-binar. “Wah, bagus banget tamannya!” “Ih, kamarnya luas ya, cocok buat anak kita!”
Stop! Jika pemilik rumah melihat antusiasme Anda yang berlebihan, dia tahu dia memegang kendali. Dia tidak akan mau menurunkan harga karena tahu Anda sudah kepincut.
Triknya: Pasang muka datar (Poker Face). Puji sewajarnya, tapi selipkan sedikit keraguan. “Rumahnya oke sih, Pak. Tapi sepertinya atap garasinya harus diganti total ya, lumayan juga biayanya.” Ini akan menurunkan ekspektasi harga pemilik secara halus.
- Panduan Orang Tua: 5 Rekomendasi Sekolah Internasional Terbaik di Gading Serpong & Alam Sutera
- Kusen Aluminium vs Kayu: Mana yang Lebih Awet & Hemat Biaya di 2026?
- 8 Cara Menghilangkan Rayap di Rumah Secara Alami Hingga Tuntas
- Mengenal Sekring Listrik Rumah Lebih Jauh!
- Listrik Spaning Rendah Penyebab, Dampak, dan Cara Mengatasinya
2. Riset Harga Pasar (Senjata Utama)
Jangan menawar pakai perasaan (“Pak, turunin dong, kasihan saya”). Tawar pakai DATA.
Sebelum bertemu pemilik, cek harga pasaran di area tersebut lewat portal properti atau tanya tetangga. Jika pemilik buka harga Rp 1,5 Miliar, tapi harga pasar di sana cuma Rp 1,2 Miliar, Anda punya peluru.
Cara ngomongnya: “Pak, saya sudah cek di blok sebelah dengan luas tanah yang sama, bulan lalu terjual di angka 1,2 M. Kalau Bapak buka 1,5 M, mungkin agak berat ya Pak untuk pasar sekarang.”
3. Tawar Sadis tapi Sopan (The Anchor Technique)
Dalam negosiasi, ada istilah Anchoring. Siapa yang melempar angka pertama, dialah yang menetapkan standar. Jika harga buka Rp 1 Miliar, jangan tawar Rp 900 Juta (terlalu dekat). Tawarlah di Rp 750 Juta.
Pemilik pasti kaget dan menolak. Tapi secara psikologis, “jangkar” harga sudah turun. Akhirnya, mungkin Anda akan deal di tengah-tengah, yaitu Rp 850 – 875 Juta. Jauh lebih murah daripada Anda start nawar di Rp 900 Juta.
4. Cari Tahu “Kenapa Dijual?” (The Golden Question)
Ini rahasia para investor kawakan. Coba korek alasan pemilik menjual rumahnya.
Apakah dia butuh uang cepat (BU) karena terlilit utang/bisnis bangkrut?
Apakah dia mau pindah ke luar kota/luar negeri?
Atau cuma “tes harga” (santai)?
Jika alasannya BU (Butuh Uang) atau Pindah Kota, posisi tawar Anda sangat kuat. Anda bisa menekan harga lebih dalam asalkan Anda menawarkan pembayaran yang cepat (Cash Keras atau DP Besar).
5. Jadikan “Kekurangan” Sebagai Diskon
Saat survei, catat semua kerusakan yang terlihat: bocor, dinding retak, keramik pecah, rayap. Gunakan daftar ini saat negosiasi harga final.
“Pak, saya setuju di harga Rp 900 Juta. Tapi setelah saya hitung, biaya renovasi atap dan ganti keramik ini habis Rp 50 Juta lho. Jadi gimana kalau kita ketemu di Rp 850 Juta saja? Biar saya yang tanggung perbaikannya.” Biasanya pemilik akan luluh karena malas memperbaiki rumahnya sendiri.
Negosiasi rumah second butuh mental baja dan data yang akurat. Jangan terburu-buru deal di pertemuan pertama. Berani menawar adalah kunci penghematan terbesar Anda. Merasa tidak tega atau tidak pede menawar sadis ke pemilik langsung?
Serahkan pada Linktown. Sebagai agen properti profesional, kami terbiasa menjadi penengah yang objektif. Kami bantu negosiasi harga sampai deal terbaik, sekaligus memastikan legalitas surat-suratnya aman (cek BPN) sebelum Anda bayar sepeser pun.

























