SURABAYA, Linktown.co.id – Ada yang berbeda dari strategi Linktown di tahun 2026 ini. Jika sebelumnya operasional di Jawa Timur dikendalikan dari wilayah Utara yang lekat dengan nuansa logistik, kini Linktown resmi “turun gunung” ke jantung kota.
Pada tanggal 4 Februari 2026 lalu, Linktown meresmikan kantor regional barunya di Surabaya Pusat. Langkah ini bukan sekadar pindah alamat demi gengsi. Ini adalah sinyal keras bahwa Linktown siap mendominasi pasar properti kelas menengah-atas di Jawa Timur dengan target kontribusi penjualan hingga Rp 700 Miliar tahun ini.
Peresmian ini dihadiri lengkap oleh para pendiri (Co-Founders) Linktown—Abel Kurniajaya, Deryan Nataniel, Swandy Sutanto, Juniarki Davin, dan Winaldo. Kehadiran full team manajemen pusat ini menegaskan bahwa Surabaya bukan lagi sekadar cabang pembantu, melainkan pilar utama bisnis nasional Linktown.
- Linktown Memborong Prestasi di Annual Award BCA 2025, Top Contribution: Agen Properti Terbaik dan Pengakuan Individu
- Linktown Raih Penghargaan Agent of Excellent Awards dari Damai Putra Group
- Mulai Ekspansi ke Kota Kembang, Linktown Bidik Revenue 2024 Sebanyak 3,1 Triliun
- Linktown Indonesia Ikut Serta Dalam Pembukaan Bersama Modernland Realty, The Essence @Garden City
- Nasihat Investasi Properti dari 'Crazy Rich' Jusuf Hamka: Beli Sekarang atau Nanti?
Kenapa Harus Pindah ke Pusat?
“Surabaya Pusat adalah episentrum bisnis dan gaya hidup. Kita ingin lebih dekat dengan perbankan dan kantor pusat pengembang,” ujar Juniarki Davin.
Secara strategis, lokasi baru ini memangkas waktu tempuh agen (Salesforce) ke dua kutub properti utama: Surabaya Barat (CitraLand, Pakuwon Indah) dan Surabaya Timur (MERR, Pakuwon City). Efisiensi ini krusial mengingat Linktown mengandalkan kecepatan respon dalam melayani ribuan leads digital yang masuk setiap harinya.
Target Rp 3,5 Triliun dan “Pasukan Khusus” 46 Agen
Secara nasional, Linktown menargetkan total transaksi (GTV) sebesar Rp 3,5 Triliun di tahun 2026, naik dari realisasi tahun sebelumnya yang mencapai Rp 3,1 Triliun. Dari angka raksasa tersebut, Region Surabaya ditargetkan menyumbang 15% hingga 20% (sekitar Rp 525 – 700 Miliar).
Uniknya, target sebesar itu “hanya” dibebankan kepada 46 agen aktif.
- Ini Dia 30 Rekomendasi Film Horor yang Wajib Ditonton
- Inilah Cara Pindah Faskes BPJS Online Maupun Secara Offline
- 12 Rekomendasi Keramik Lantai Dapur Tidak Licin: Pilihan Terbaik untuk Keamanan dan Estetika
- 13 Inspirasi Dapur Sederhana di Kampung yang Cantik dan Unik
- Rekomendasi Ide Bisnis Online yang Menguntungkan
Apakah ini realistis? Justru inilah diferensiasi Linktown. Berbeda dengan broker tradisional yang merekrut massal tapi banyak yang tidak aktif (hukum Pareto), Linktown fokus pada productivity per agent. Dengan target rata-rata penjualan Rp 11,4 Miliar per agen per tahun, setiap agen di sini adalah full-timer profesional, bukan sampingan.
Kredibilitas ini juga divalidasi oleh penghargaan Diamond Achievement dari One Smile Club Award 2026 (Sinar Mas Land), yang membuktikan Linktown mampu bersaing head-to-head dengan brand waralaba global.
Strategi Baru: Memisahkan “Solutions” dan “Expert”
Untuk mencapai target 2026, Linktown Surabaya yang dipimpin oleh Anton Hartarto (Head Region) melakukan segmentasi layanan yang tajam:
Linktown Solutions: Fokus pada pasar gemuk (mass market) rumah pertama dan menengah (Rp 500 Juta – 2 Miliar). Ini adalah mesin cash flow perusahaan.
Linktown Expert: Divisi baru yang dipimpin Welly Santoso (VP) dan Eric Setiawan (AVP). Divisi ini khusus menangani klien High Net Worth Individuals (VIP), investor, dan properti premium yang butuh analisis investasi mendalam, bukan sekadar “jual kecap”.
Dengan struktur baru dan lokasi yang lebih prestisius, Linktown mengirim pesan jelas kepada kompetitor di Jawa Timur: Permainan baru saja dimulai.

























