Topik “Potongan Gaji 3%” untuk Tapera (Tabungan Perumahan Rakyat) memang sempat bikin heboh dan memicu protes keras para pekerja di awal pemberlakuannya. Rasanya memang berat melihat slip gaji berkurang setiap bulan.
Tapi, mari kita kesampingkan emosi sejenak dan berhitung dengan kalkulator. Apakah pengorbanan 3% itu ada gunanya?
Jawabannya: Sangat Berguna, KHUSUS bagi Anda yang bergaji UMR (Rp 4 – 8 Juta) dan belum punya rumah.
KPR Tapera menawarkan “privilege” yang tidak dimiliki KPR Komersial biasa: Bunga Tetap (Fixed Rate) 5% sampai lunas! Di saat bunga bank konvensional bisa melambung ke 11-13% setelah masa promo habis, cicilan Tapera Anda akan tetap tenang dan damai sampai 20 tahun ke depan.
Mari kita bedah simulasinya.
Syarat Utama: Siapa yang Bisa Ambil KPR Tapera?
Tidak semua orang bisa menikmati fasilitas mewah ini. Syarat utamanya sangat ketat menyasar Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR):
Masa Kepesertaan: Minimal sudah menjadi peserta Tapera selama 12 bulan (rutin bayar iuran).
Penghasilan: Gaji pokok maksimal Rp 8.000.000 (untuk wilayah umum) dan maksimal Rp 10.000.000 (khusus Papua/Papua Barat).
Rumah Pertama: Belum pernah memiliki rumah.
Simulasi Hitungan: Gaji UMR vs Cicilan
Anggaplah Anda bekerja di Tangerang atau Bekasi dengan gaji sekitar UMR Rp 5.000.000/bulan. Anda ingin membeli rumah subsidi atau rumah murah seharga Rp 185.000.000 (Harga patokan pemerintah 2026).
Berikut perbandingannya:
A. Jalur KPR Bank Konvensional (Non-Subsidi)
Harga Rumah: Rp 185 Juta
DP (10%): Rp 18,5 Juta
Plafon Kredit: Rp 166,5 Juta
Bunga: 4% (Promo 1 th), lalu Floating 11% (Tahun ke-2 dst)
Cicilan (Floating): ± Rp 1.750.000 / bulan (Bisa naik terus).
B. Jalur KPR Tapera (Subsidi)
Harga Rumah: Rp 185 Juta
DP (0% – 1%): Tapera memungkinkan DP 0 Rupiah (tergantung bank penyalur).
Plafon Kredit: Rp 185 Juta (Full)
Bunga: 5% Flat (Tetap Sampai Lunas)
Tenor: 20 Tahun
Cicilan: HANYA ± Rp 1.200.000 / bulan.
Kesimpulan Hitungan: Dengan Tapera, Anda hemat sekitar Rp 500.000 tiap bulan, dan hati tenang karena cicilan tidak akan pernah naik walau ekonomi negara sedang krisis.
Rumah Tipe Apa yang Bisa Dibeli?
Dengan batasan harga yang ditetapkan pemerintah, Anda tidak bisa berharap mendapat rumah tingkat di tengah kota Jakarta. Rumah yang bisa dibeli dengan KPR Tapera biasanya:
Tipe: Luas Bangunan 27m² – 36m² (2 Kamar Tidur, 1 Kamar Mandi).
Luas Tanah: 60m².
Lokasi: Area penyangga (Suburban) seperti Maja, Parung Panjang, Cikarang, Rajeg (Tangerang), atau Cileungsi.
Meskipun jauh, rumah-rumah ini sekarang rata-rata sudah dekat dengan akses KRL Commuter Line, sehingga biaya transportasi kerja ke Jakarta masih masuk akal.
Cara Mengajukan KPR Tapera 2026
Jangan ke kantor BP Tapera! Pengajuan tetap dilakukan melalui Bank Penyalur (BTN, BRI, BNI, Mandiri, BSI, atau BPD).
Pastikan data kepesertaan Anda di portal Sitara (Sistem Informasi Tapera) sudah update dan statusnya “Aktif”.
Pilih lokasi rumah yang bekerja sama dengan Bank Penyalur.
Ajukan berkas standar (KTP, NPWP, Slip Gaji, Rekening Koran).
Bank akan memverifikasi ke BP Tapera apakah Anda memenuhi syarat (belum punya rumah & gaji masuk kriteria).
Bagi Anda yang bergaji di atas Rp 8 Juta (bukan target Tapera) tapi ingin punya rumah dengan cicilan ringan, jangan berkecil hati. Masih ada opsi KPR Promo Bank Swasta dengan bunga fixed berjenjang (3-5 tahun).
Bingung menghitung kemampuan bayar Anda? Tim Linktown siap membantu Anda membuatkan simulasi KPR paling realistis sesuai slip gaji Anda, baik itu KPR Komersial maupun Subsidi. Konsultasi gratis sekarang, daripada gaji habis cuma buat nongkrong.





















