Pamulang The Next Serpong atau Cuma “Desa” Penyangga BSD?

Artikel ini terakhir di perbaharui February 10, 2026 by Amirul Balada
Pamulang The Next Serpong atau Cuma “Desa” Penyangga BSD?

Dulu, kalau ada klien minta carikan rumah di Pamulang, saya sering skeptis. Macetnya di perempatan Gaplek dan Unpam (Universitas Pamulang) itu legendaris. Orang sering bilang Pamulang itu “tanggung”—mau ke Jakarta jauh, mau ke BSD juga harus mutar.

Tapi di tahun 2026 ini, narasi itu sudah basi. Sejak Tol Serpong-Cinere (Gerbang Tol Pamulang) beroperasi penuh dan terkoneksi ke Bandara serta Jagorawi, Pamulang berubah status dari “desa penyangga” menjadi kawasan hunian strategis.

Faktanya: Pamulang adalah “tempat tidur” paling rasional bagi mereka yang bekerja di Jakarta Selatan atau BSD, tapi gajinya belum cukup untuk menebus harga tanah BSD yang sudah “digoreng” habis-habisan.

Pamulang vs BSD: Perbandingan Harga yang Mencolok

Kenapa orang lari ke Pamulang? Jawabannya sederhana: Value for Money. Di Linktown, kami sering menangani pasangan muda yang awalnya ngotot ingin tinggal di cluster BSD, tapi akhirnya closing di Pamulang setelah melihat tabel perbandingan ini:

IndikatorBSD City (Pusat)Pamulang / Puspiptek
Harga Tanah (Secondary)Rp 18 – 25 Juta / m²Rp 6 – 9 Juta / m²
Harga Rumah Baru (LB 60)Rp 2,5 Miliar++Rp 900 Juta – 1,2 Miliar
Akses TolGT Serpong / JelupangGT Pamulang (JORR 2)
Gaya HidupMal & Kafe MewahKuliner Kaki Lima & Pasar Modern

Data ini membuktikan: Anda bisa menghemat lebih dari 50% budget hunian hanya dengan bergeser 15-20 menit ke arah Selatan.

Efek “Puspiptek” yang Sering Dilupakan

Banyak yang tidak sadar kalau jalan raya Puspiptek (penghubung Pamulang – BSD) sekarang sudah sangat lebar dan mulus. Ini adalah jalur emas baru. Di sepanjang jalan ini bermunculan townhouse eksklusif yang harganya naik gila-gilaan karena aksesnya cuma 10 menit ke Stasiun Rawa Buntu.

Jika Anda cari investasi sewa, area sekitar Unpam dan Puspiptek adalah “tambang emas”. Ribuan mahasiswa dan pegawai BRIN (Badan Riset) butuh hunian sewa yang layak. Yield sewanya jauh lebih tinggi daripada beli apartemen di Serpong yang over-supply.

Jangan Salah Pilih Lokasi di Pamulang

Tapi hati-hati, tidak semua area Pamulang itu bagus. Masih ada beberapa titik yang rawan banjir atau akses jalannya hanya cukup satu mobil (gang senggol).

Tips dari saya:

  1. Hindari area cekungan: Cek lokasi saat hujan deras. Kalau air menggenang 30 cm, tinggalkan.

  2. Cek Legalitas: Karena ini kawasan lama yang sedang berkembang, banyak tanah yang statusnya masih Girik atau AJB. Pastikan Anda membeli properti yang sudah SHM pecah per unit.

  3. Akses Jalan Utama: Pastikan cluster yang Anda pilih tidak masuk terlalu dalam ke jalan kampung yang sempit.


Jangan menunggu Pamulang jadi semewah BSD baru Anda beli. Saat itu terjadi, harganya sudah tidak terkejar lagi. Belilah sekarang saat statusnya masih “berkembang”, karena di situlah letak keuntungan (capital gain) terbesar Anda sebagai investor.