9 Cara Pasang Aquaproof Anti Bocor dan Tahan Lama

Artikel ini terakhir di perbaharui May 6, 2024 by David Ashari
9 Cara Pasang Aquaproof Anti Bocor dan Tahan Lama

Untuk mempermudah proses dalam pembangunan, banyak orang yang mempelajari cara pasang aquaproof yang baik dan benar. Pada dasarnya, pemasangan aquaproof bertujuan untuk mencegah bocor ke dalam struktur beton yang ada di bagian bawahnya. Perlu Anda ketahui bahwa pemasangan aquaproof perlu diperhatikan secara khusus, agar hasilnya bisa menghindarkan bangunan dari kebocoran.

Cara Pasang Aquaproof yang Tepat

Aquaproofing (pemasangan lapisan tahan air) pada permukaan seperti atap, dinding, atau lantai merupakan langkah penting untuk melindungi struktur dari kebocoran air. Berikut adalah langkah-langkah umum untuk memasang aquaproofing dengan benar:

1. Persiapan Permukaan

Pastikan permukaan yang akan diaquaproof bersih, kering, dan bebas dari debu, kotoran, atau bahan lain. Hal tersebut perlu diperhatikan karena bisa mengganggu adherensi (daya lekat) aquaproofing.

2. Perbaiki Kerusakan

Perbaiki segala kerusakan seperti retakan atau lubang pada permukaan dengan menggunakan plester atau bahan perbaikan lainnya. Pastikan semua area sudah dalam kondisi yang baik sebelum menerapkan aquaproofing.

3. Pilih Aquaproofing yang Tepat

Pilih aquaproofing yang sesuai dengan jenis permukaan yang akan dilapisi (misalnya, atap, dinding, atau lantai). Selain itu, pemilihan harus disesuaikan dengan kondisi iklim dan cuaca di lokasi Anda.

4. Pengadukan Bahan Aquaproofing

Jika aquaproofing berbentuk cairan atau pasta, pastikan untuk mengaduk bahan secara merata sesuai petunjuk pada kemasan. Proses pengadukan yang tidak merata akan membuat cairan atau pasta tidak efektif untuk diterapkan.

5. Aplikasi Aquaproofing

Cara memasang aquaproof bisa menggunakan kuas, rol, atau sprayer (semprotan) sesuai dengan jenis aquaproofing yang digunakan. Pastikan untuk mengaplikasikan aquaproofing secara merata dan dalam lapisan yang cukup tebal untuk memberikan perlindungan yang baik.

6. Lapisan Berulang (Jika Diperlukan)

Jika diperlukan, aplikasikan lapisan aquaproofing tambahan setelah lapisan pertama kering sepenuhnya. Pastikan untuk mengikuti petunjuk pada kemasan mengenai interval waktu antar-lapisan.

7. Penjagaan Area Tertentu

Pastikan untuk fokus pada area-area yang rentan terhadap kebocoran seperti sambungan, sudut, atau detail struktural lainnya. Berikan lapisan tambahan di area ini untuk memastikan keamanan tambahan.

8. Pemeriksaan dan Perawatan

Setelah aquaproofing kering sepenuhnya, periksa kembali permukaan untuk memastikan semua area tertutup dengan baik. Lakukan perawatan rutin dan inspeksi berkala untuk memastikan aquaproofing tetap berfungsi dengan baik.

9. Pembersihan Peralatan

Bersihkan peralatan aplikasi aquaproofing dengan benar menggunakan pelarut atau bahan pembersih yang direkomendasikan oleh produsen aquaproofing. Jika peralatan bisa dibersihkan dengan baik, maka bisa digunakan kembali di lain waktu sehingga tidak sekali pakai.

Selalu ikuti petunjuk penggunaan dan keamanan yang tertera pada kemasan aquaproofing yang digunakan. Pastikan untuk melakukan aplikasi aquaproofing di kondisi cuaca yang sesuai (misalnya, tidak hujan atau tidak terlalu panas) untuk hasil terbaik. Jika Anda tidak yakin atau merasa tidak nyaman melakukan pemasangan aquaproofing sendiri, lebih baik memanggil profesional.

Dengan mengikuti langkah-langkah di atas dengan hati-hati dan teliti, Anda dapat memasang aquaproofing dengan baik.

Jenis Campuran Aquaproof

Ada beberapa jenis campuran Aquaproof yang umum digunakan tergantung pada aplikasinya dan jenis permukaan yang akan dilindungi.  Berikut adalah beberapa contoh jenis campuran Aquaproof:

1. Campuran Polimer

Campuran polimer digunakan untuk membentuk lapisan tahan air yang elastis dan fleksibel. Polimer-polimer seperti akrilik, poliuretan, atau epoksi sering digunakan dalam campuran ini. 

2. Campuran Bitumen

Campuran bitumen sering digunakan untuk melapis permukaan atap atau fondasi bangunan. Bitumen memberikan perlindungan yang kuat terhadap air serta memiliki sifat tahan terhadap perubahan suhu.

3. Campuran Semen Tahan Air

Campuran semen yang diperkaya dengan bahan tambahan tahan air sering digunakan untuk melapisi permukaan beton atau dinding bawah tanah. Campuran ini membentuk lapisan yang kokoh dan tahan terhadap penetrasi air.

4. Campuran Silikon

Campuran silikon digunakan terutama untuk melindungi permukaan kaca, keramik, atau permukaan non-poros lainnya. Silikon memberikan perlindungan yang sangat baik terhadap air serta mempertahankan transparansi dan kilap permukaan.

5. Campuran Acrylic Elastomeric

Pada dasarnya, campuran ini sering digunakan untuk aplikasi eksternal seperti atap atau dinding luar bangunan. Campuran ini memberikan lapisan elastis yang tahan terhadap cuaca ekstrem, seperti hujan deras atau sinar UV.

6. Campuran Epoksi

Salah satu cara pakai aquaproof anti bocor yaitu dengan menggunakan campuran epoksi secara tepat. Campuran epoksi sering digunakan untuk perlindungan permukaan yang membutuhkan ketahanan kimia dan tahan terhadap air. Pemilihan jenis campuran aquaproof yang tepat tergantung pada kondisi lingkungan, jenis permukaan yang akan dilindungi, dan kebutuhan spesifik proyek konstruksi. 

Sebelum mengaplikasikan campuran aquaproof, penting untuk memahami persyaratan dan rekomendasi penggunaan dari produsen.

Sampai dengan saat ini, ada beberapa cara pakai aquaproof yang benar sehingga hasilnya jadi bagus dan berkualitas tinggi. Dengan mengikuti langkah-langkah di atas dan memperhatikan petunjuk penggunaan dari produsen, Anda dapat mengaplikasikan Aquaproof secara efektif. 

Hal ini sangat penting untuk melindungi permukaan dari air dan kelembapan serta memperpanjang umur bangunan atau struktur yang Anda perlindungi. Demikianlah bahasan lengkap mengenai cara pasang aquaproof, semoga bisa membantu.