Struktur bangunan adalah bagian-bagian yang membentuk suatu rumah atau bangunan. Umumnya, bagian struktur bangunan terdiri dari atap, dinding, pondasi, sloof, ring, dan juga kolom. Fungsi utama dari bagian-bagian tersebut ialah mendukung keberadaan elemen konstruksi lain supaya lebih indah dan kokoh. Dibutuhkan ketelitian dan kejelian saat membuat serta merencanakan struktur bangunan.
Pasalnya, diperlukan sebuah rencana yang matang, serta memenuhi kriteria struktur kekuatan, kenyamanan, keselamatan, dan rencana usia bangunan, agar bangunan tersebut mampu berdiri kokoh dalam waktu yang lama. Apalagi jika Anda ingin membangun sebuah bangunan yang memiliki jumlah lantai yang banyak, seperti gedung bertingkat, perkantoran, dan bangunan tinggi lainnya. Maka, cukup wajar jika Anda perlu memperhatikan macam-macam sistem struktur bangunan tinggi.
Namun, bagi Anda yang hanya ingin membangun sebuah struktur bangunan rumah berlantai dua, bukan berarti kriteria tersebut tidak perlu dipenuhi, penting juga untuk Anda mengetahui tentang seluk-beluk struktur bangunan seperti komponen struktur bangunan maupun perhitungan struktur bangunan bertingkat 2. Baca selengkapnya untuk tahu lebih detail!
gambar dari pinterest[/caption]
Setelah Anda paham tentang pengertian struktur bangunan dan jenis struktur bangunan, selanjutnya kita akan membahas lebih dalam tentang komponen yang ada di tiap strukturnya. Komponen struktur bangunan ini merupakan bagian-bagian yang saling berkaitan untuk membentuk suatu elemen lain. Berikut komponennya dimulai dari struktur atas lalu struktur bawah.
gambar dari pexels[/caption]
Melansir laman Dinas Pekerjaan Umum Kab. Kulonprogo, pada sebuah bangunan terdapat beberapa macam beban yang berpengaruh terhadap kestabilan dan kekuatan bangunan, antara lain:
Pengertian Struktur Bangunan
Secara detail, struktur bangunan adalah elemen-elemen atau bagian yang merupakan pokok penting berdirinya suatu bangunan seperti adanya atap, dinding, pondasi, dan sebagainya. Menurut laman Viya Constructions, struktur dalam membangun sebuah bangunan adalah proses atau tahapan yang selanjutnya akan menjadi pelengkap untuk elemen-elemen struktur bangunan lain seperti pada bagian interior rumah sehingga membentuk suatu kesatuan yang kompleks dan rumah dapat berdiri dengan kokoh. Namun, struktur bangunan tidak bisa diciptakan atau diperkirakan secara sembarangan. Apalagi untuk sebuah struktur bangunan bertingkat tinggi, sangat diperlukan perencanaan pembangunan dengan syarat struktur bangunan yang baik dan bertitik pada standar yang telah ditetapkan dalam peraturan pemerintah. Hal tersebut merujuk pada beberapa ketentuan, yakni:- Standar Tata Cara Menghitung Struktur Beton No: SK SNI T-15-1991-03,
- Peraturan Pembebanan Indonesia untuk Gedung tahun 1983,
- Peraturan Perencanaan Tahan Gempa Indonesia untuk Gedung tahun 1983.
Jenis Struktur Bangunan
Pada dasarnya, terdapat dua jenis struktur bangunan yang biasa diaplikasikan, yakni struktur atas dan struktur bawah. Inilah penjelasannya:-
Struktur Atas
-
Struktur Bawah
Komponen Struktur Bangunan
[caption id="attachment_3024" align="aligncenter" width="597"]
gambar dari pinterest[/caption]
Setelah Anda paham tentang pengertian struktur bangunan dan jenis struktur bangunan, selanjutnya kita akan membahas lebih dalam tentang komponen yang ada di tiap strukturnya. Komponen struktur bangunan ini merupakan bagian-bagian yang saling berkaitan untuk membentuk suatu elemen lain. Berikut komponennya dimulai dari struktur atas lalu struktur bawah.
-
Kolom
-
Balok
-
Atap
-
Kuda-kuda
-
Plat Lantai
-
Tangga
-
Pondasi
-
Galian Tanah
-
Struktur Basement
Cara Menghitung Struktur Bangunan
[caption id="attachment_3025" align="aligncenter" width="1024"]
gambar dari pexels[/caption]
Melansir laman Dinas Pekerjaan Umum Kab. Kulonprogo, pada sebuah bangunan terdapat beberapa macam beban yang berpengaruh terhadap kestabilan dan kekuatan bangunan, antara lain:
- Beban Hidup (Beban Orang, Beban Kendaraan, Beban lain yang sifatnya dapat berubah-ubah besarannya)
- Beban Mati (Berat Sendiri Bangunan, Beban yang terproyeksi besar bebannya cenderung tetap)
- Beban Gempa (Beban akibat terjadinya gempa berkaitan dengan ketinggian dan berat bangunan secara keseluruhan)
- Beban Angin (Beban yang ditimbulkan akibat gerakan angin. Pada bangunan tinggi, beban angin ini sangat berpengaruh karena beban angin diketinggian tertentu tidak akan sama dengan beban angin di ketinggian 1 m)
- Beban Hujan (Beban yang akan memepengaruhi atap)
- Beban Gelombang Air Laut (Beban yang berpengaruh terhadap kestabilan bangunan yang diakibatkan air laut. Seperti bangunan dermaga atau breakwater)
- dan Beban-Beban lain









